BREAKING NEWS

Adu Kreativitas Budaya! PBN 2026 FIB Unhas Ajak Mahasiswa Beraksi di Kancah Nasional


RUPAMATA.ID, MAKASSAR--
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka pendaftaran Pekan Budaya Nasional (PBN) 2026 yang dirangkaikan dengan Kompetisi Mahasiswa Se-Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai 20 Juli hingga 20 September 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia melalui berbagai cabang perlombaan. 

Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui tautan: https://forms.gle/CXQCkQrTXTduhrU37.

PBN 2026 menghadirkan dua kategori kompetisi. Pada tingkat nasional, cabang yang diperlombakan meliputi Lomba Cerita Pendek (Cerpen), Esai Kebudayaan, dan Video Kampanye Kebudayaan. 

Sementara itu, kompetisi tingkat regional yang diperuntukkan bagi mahasiswa di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat melombakan Musikalisasi Puisi, Solo Pop, dan Tari Kontemporer.

Peserta merupakan mahasiswa aktif jenjang Diploma maupun Sarjana yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku. 

Kompetisi tingkat nasional terbuka bagi mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, sedangkan kompetisi tingkat regional hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Salah satu cabang unggulan dalam PBN 2026 adalah Lomba Video Kampanye Kebudayaan Tingkat Nasional. 

Kompetisi ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan perubahan gaya hidup masyarakat yang berdampak pada menurunnya minat generasi muda terhadap warisan budaya.

Di sisi lain, perkembangan media digital membuka peluang baru dalam upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan. 

Melalui media video, mahasiswa didorong menghasilkan konten yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mengangkat berbagai isu strategis, seperti pelestarian warisan budaya, pemberdayaan masyarakat adat, penguatan identitas lokal, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga pemanfaatan kebudayaan sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Dr. Ilham, mengatakan PBN 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan, kreativitas, dan kepedulian terhadap kebudayaan melalui karya audio visual yang inovatif.

"PBN akan memperlombakan kategori Video Kampanye Kebudayaan Tingkat Nasional Tahun 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan, kreativitas, dan kepeduliannya terhadap kebudayaan melalui karya audio visual yang inovatif," ujarnya.

Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam membangun gerakan kampanye kebudayaan yang lebih luas. 

Selain itu, karya-karya yang dihasilkan diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk mengenali, menghargai, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari identitas nasional di era digital.

Rangkaian kegiatan PBN 2026 terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan secara daring, dimulai dengan pendaftaran peserta dan pengumpulan karya pada 20 Juli–20 September 2026, dilanjutkan dengan proses seleksi administrasi, penilaian, serta kurasi karya oleh dewan juri pada 21–30 September 2026. Pengumuman finalis seluruh cabang kompetisi dijadwalkan pada 5 Oktober 2026.

Sekretaris Panitia PBN 2026, Alung menjelaskan, rangkaian acara puncak akan diselenggarakan secara luring di Universitas Hasanuddin pada 25–28 Oktober 2026. 

Kegiatan diawali dengan registrasi ulang finalis, technical meeting, serta pembukaan Pameran Budaya. Sehari berikutnya akan digelar Opening Ceremony, Pameran Budaya, dan Bedah Karya Literasi.

Pada 27 Oktober, panitia akan menggelar sesi screening Video Kampanye Kebudayaan bersamaan dengan babak final Lomba Solo Pop, Tari Kontemporer, dan Musikalisasi Puisi.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Malam Anugerah PBN 2026 pada 28 Oktober yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang seluruh cabang kompetisi, baik tingkat nasional maupun regional. Kompetisi ini, panitia menyiapkan total hadiah puluhan juta.

Melalui penyelenggaraan Pekan Budaya Nasional 2026, dia berharap dapat melahirkan karya-karya kreatif yang mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberagaman budaya Indonesia, sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai sumber inspirasi dalam membangun masa depan bangsa. (rls)*

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image