BREAKING NEWS

Tembus 5 Ribu Ton, Penyaluran SPHP Bulog Parepare Lampaui Target

RUPAMATA.ID, PAREPARE--Perum Bulog Cabang Parepare berhasil menyalurkan 5.000 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari target 3.000 ton.

Hal ini dikatakan, Wakil Kepala Pimpinan Cabang (Waka Pincab) Bulog Parepare, Fajrin Ardinata saat menghadiri kegiatan Ngopi Berjamaah, di Halaman Majid Raya, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Jumat malam (11/09/2026).

"Untuk tahun 2026 ini, Perum Bulog Parepare mendapat target penyaluran SPHP sebanyak 3 ribu ton. Tapi alhamulillah, per bulan April kemarin kami sudah mencapai 200% dari target yang diberikan. Bulog Parepare sudah menyalurkan 5 ribu ton beras SPHP sebelum akhir tahun 2026," kata Fajrin.

Lebih lanjut, Fajrin menjelaskan, pencapaian Bulog Parepare ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah setempat, serta kolaborasi dan sinergitas yang terjaga dengan instansi dan masyarakat. 

Ia menegaskan, selain strategi penyaluran mandiri ke pasar-pasar di Kota Parepare maupun Kabupaten Barru, yang menjadi wilayah kerja Perum Bulog Parepare. Pihaknya juga masif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah, dan program kerja sama lainnya untuk menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat.

"Sinergitas dengan pemerintah dan instansi terkait, kami aktif melakukan GPM dan Pasar Murah di setiap kelurahan. Selain karena intruksi pemerintah pusat, kami juga yakin kolaborasi ini menjadi bagian dari jembatan penyaluran SPHP agar semakain mudah dijangkau masyarakat," ujar Waka Bulog.

Kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa, meski Bulog Parepare memiliki stok beras melimpah. Namun, dalam setiap langkah penyalurannya, Bulog mesti memperhatikan petunjuk teknis (juknis) dari pimpinan pusat.

"Alhamdulillah kita punya stok beras ini melimpah, kalau kita mau setiap hari kita salurkan beras SPHP dengan jumlah banyak," ujarnya.

"Tapi cara kerjanya tidak seperti itu, kami punya juknis dari pimpinan pusat, dan ini menjadi landasan penyaluran kami untuk menjaga stabilitas di tingkat masyarakat, baik kebutuhan maupun harga pangan khusunya beras di pasaran," tutupnya.(*)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image