Bukan Sekadar Turnamen, Ismail Aksa Siapkan Ekosistem Domino dari Desa hingga Kecamatan
RUPAMATA.ID, SIDRAP--Aktivitas olahraga domino kembali menggeliat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Turnamen Domino Executive Gardu 54 Seri 2 yang digelar di Warkop 54, Jalan Wolter Monginsidi, Kamis malam (10/9/2026), berlangsung ramai dalam suasana penuh keakraban.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sidrap, H. Ismail Aksa. Ia menyampaikan salut kepada Gardu 54 yang telah ikut mengambil bagian dalam menghidupkan olahraga domino di Kabupaten Sidrap.
“Salut kepada Gardu 54 dan teman-teman pengurus Pordi,” ujar Ismail Aksa.
Bagi Ismail, geliat turnamen di tingkat komunitas merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga domino yang lebih luas di Sidrap.
Ke depan, ia memiliki visi agar Gardu tidak hanya berkembang di satu atau dua wilayah, tetapi dapat terbentuk di berbagai kelurahan dan desa yang ada di Kabupaten Sidrap. Dari gardu-gardu tersebut, kegiatan turnamen kemudian diharapkan dapat berkembang hingga ke tingkat kecamatan.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya Pordi Sidrap untuk membuat olahraga domino semakin dekat dengan masyarakat. Dengan adanya gardu di tingkat kelurahan dan desa, para pencinta domino memiliki ruang untuk berkumpul, berlatih, berkompetisi, sekaligus membangun silaturahmi di lingkungannya masing-masing.
Menurut Ismail, turnamen domino tidak semata-mata menjadi arena kompetisi untuk menguji kemampuan dan strategi para pemain. Lebih dari itu, kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kalangan sekaligus mempererat hubungan antarpencinta domino.
Ia pun mendorong agar semangat yang ditunjukkan Gardu 54 bersama jajaran pengurus Pordi Sidrap terus dipertahankan dan dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan positif.
Pesan tersebut terlihat dalam pelaksanaan Turnamen Domino Executive Gardu 54 Seri 2. Para atlet mengikuti pertandingan dengan serius dan penuh konsentrasi, tetapi suasana kompetisi tetap dibalut keakraban.
Sejumlah atlet turut ambil bagian dalam turnamen tersebut, di antaranya Farid Galib dan H. Haris Mannang yang juga merupakan Dewan Penasihat Pordi Sidrap. Sejumlah pengurus Pordi Sidrap lainnya juga hadir dan ikut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan.
Farid Galib menilai, turnamen domino memiliki manfaat lebih luas karena tidak hanya menjadi tempat mengasah kemampuan bermain, tetapi juga mempertemukan para pencinta domino dalam suasana yang penuh kebersamaan.
“Turnamen seperti ini sangat baik karena selain menjadi ajang untuk mengasah kemampuan dan strategi, juga menjadi ruang untuk bersilaturahmi dan mempererat persaudaraan sesama pencinta domino,” ujar Farid.
Menurutnya, suasana seperti yang tercipta di Gardu 54 menunjukkan bahwa olahraga domino dapat berkembang sebagai aktivitas komunitas yang mengedepankan kebersamaan dan sportivitas.
Turnamen Domino Executive Gardu 54 Seri 2 pun berlangsung kondusif hingga seluruh rangkaian pertandingan selesai.
Bagi Pordi Sidrap, geliat turnamen yang digelar komunitas seperti Gardu 54 menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan olahraga domino sekaligus memperluas ruang interaksi positif di tengah masyarakat.
Jika visi pembentukan gardu di kelurahan dan desa tersebut dapat berjalan, geliat domino di Sidrap tidak hanya bertumpu pada turnamen besar. Kompetisi dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat, kemudian berjenjang dari tingkat desa dan kelurahan hingga kecamatan.
Sebab, di balik meja pertandingan, domino bukan hanya tentang menang dan kalah. Ada strategi yang dimainkan, ada persahabatan yang terbangun, dan ada silaturahmi yang terus dijaga. (*)
