Sanggar Ulengtipue Pukau Penonton dengan Tari Pepe-pepe Ka Ri Makka di CCF 2026
RUPAMATA.ID, PAREPARE--Sanggar Seni Ulengtipue sukses memukau sekaligus menghipnotis penonton melalui penampilan Tari Pepe-pepe Ka Ri Makka pada malam penutupan Celebes Creative Festival (CCF) 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Parepare, Sabtu (11/7/2026). Tarian yang sarat makna sejarah dan nilai keislaman itu menjadi salah satu penampilan yang mendapat apresiasi dari masyarakat.
Owner Sanggar Seni Ulengtipue, Muhammad Zuhri, mengatakan sanggarnya dipercaya menjadi salah satu pengisi acara pada malam penutupan CCF 2026. Dalam kesempatan tersebut, Sanggar Ulengtipue menampilkan dua pertunjukan, yakni Tari Pepe-pepe Ka Ri Makka dan Orkes To Riolo.
"Untuk penutupan ini kami dari Sanggar Seni Ulengtipue memang dipercayakan untuk mementaskan tarian di sini. Kami diberikan kesempatan menjadi penampil dengan membawakan Tari Pepe-pepe Ka Ri Makka dan Orkes To Riolo," ujar Zuhri.
Ia menjelaskan, Tari Pepe-pepe Ka Ri Makka mengangkat kisah masuknya Islam ke Tanah Sulawesi. Properti api yang digunakan dalam pertunjukan bukan sekadar atraksi, melainkan memiliki makna simbolis sebagai cahaya agama.
"Pepe-pepe Ka Ri Makka berarti api sebagai simbol cahaya agama, yakni cahaya dari Mekah dan lentera dari Madinah. Tarian ini sangat dekat dengan unsur keislaman dan menjadi media untuk mengenalkan sejarah masuknya Islam di Sulawesi," jelasnya.
Sementara itu, pada pertunjukan Orkes To Riolo, Sanggar Ulengtipue memadukan alat musik modern dengan instrumen tradisional tanpa menghilangkan karakter budaya lokal.
Meski waktu persiapan cukup singkat, Zuhri menyebut para penampil tetap berupaya memberikan penampilan terbaik. Latihan Tari Pepe-pepe Ka Ri Makka dilakukan selama tiga hari, sedangkan Orkes To Riolo hanya dipersiapkan dalam satu hari karena undangan tampil diterima secara mendadak.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam membawakan Tari Pepe-pepe Ka Ri Makka adalah penggunaan properti api. Karena itu, setiap penari harus mampu menampilkan atraksi yang menarik tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Selain itu, ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian seni budaya daerah agar tetap dikenal di tengah perkembangan zaman.
Zuhri juga berpesan kepada para pelaku seni, khususnya di Kota Parepare, agar memahami filosofi setiap tarian yang akan dipentaskan serta menghormati hak cipta dengan meminta izin kepada pemilik karya sebelum menampilkannya. Menurutnya, hal tersebut penting agar pementasan tetap sesuai pakem dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan di atas panggung. (*)
.jpg)