Korda ICCN Sulsel Jahit Kolaborasi Hexahelix, Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Sulawesi Selatan
RUPAMATA.ID, MAKASSAR--Komitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif terus dilakukan Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Sulawesi Selatan melalui langkah nyata membangun kolaborasi lintas sektor berbasis pendekatan hexahelix.
Model kolaborasi ini mempertemukan enam unsur utama, yakni pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, media, dan agregator sebagai fondasi pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, jajaran Korda ICCN Sulsel melakukan silaturahmi dengan pimpinan TVRI Sulawesi Selatan guna membangun sinergi dalam penguatan narasi ekonomi kreatif.
Peran media dinilai sangat strategis untuk meningkatkan literasi publik, memperluas eksposur karya kreatif, serta menghadirkan ruang edukasi yang mampu menginspirasi masyarakat dan para pelaku ekonomi kreatif.
Di waktu yang berbeda, Korda ICCN Sulsel juga bertemu dengan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Pertemuan tersebut membahas penguatan riset, pengembangan inovasi, serta penyusunan narasi dan edukasi ekonomi kreatif yang berbasis ilmu pengetahuan.
Kolaborasi dengan kalangan akademisi diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan, program pengembangan talenta, hingga model pendampingan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Koordinator Daerah ICCN Sulawesi Selatan Andi Haswan Saddade menegaskan bahwa membangun ekosistem ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan orkestrasi seluruh elemen hexahelix agar setiap sektor dapat berkontribusi sesuai perannya masing-masing.
"Media menjadi penguat informasi dan inspirasi, akademisi menghadirkan riset dan inovasi, komunitas menjadi motor penggerak, dunia usaha membuka akses pasar, pemerintah menghadirkan kebijakan yang mendukung, sementara agregator memperkuat konektivitas ekosistem," katanya.
Melalui rangkaian silaturahmi ini, ICCN Sulawesi Selatan berharap lahir gerakan kolaboratif yang semakin masif dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi dengan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, berbasis kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan potensi lokal, sejalan dengan semangat ICCN dalam membangun kota dan kabupaten kreatif di Indonesia.(*)
