Hadir di Gerakan Pangan Murah, Mobil Bulog Parepare Diserbu Warga Grand Sul
RUPAMATA.ID, PAREPARE--Mobil Bulog Parepare diserbu warga di Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Perumahan Grand Sulawesi, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, pada Selasa, (6/01/2026).
Untuk GPM awal tahun di 2026 yang dilaksakan di perumahan Grand Sulawesi tersebut, Bulog Parepare dikabarkan menyediakan beras premium sebanyak 29 sak kemasan 5 kg, minyakita bantalan 50 dos dan gula pasir 55 kg.
"Kita hari ini membawa beras jenis premium 29 sak kemasan 5 kg, kemudian minyakita yang bantalan 50 dos dan gula pasir kurang lebih 55 kg," kata Sales Junior Bulog Parepare Husain, kepada Rupamata.id.
"Kalau beras SPHP belum dikeluarkan, kita tunggu intruksi pimpinan pusat dulu," jelas dia.
Terpisah, Pimpinan Cabang Bulog Parepare Mohammad Junaedy mengungkapkan komitmennya dalam mendukung gerakan pangan murah, yang diinisiasi pemerintah Kota Parepare.
"Dukungan Bulog dalam GPM ini menjadi bagian dari komitmen kita, dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di Kota Parepare, khususnya," kata Pinca Bulog.
Melalui GPM tersebut, sambung Junaedy, masyarakat akan mendapatkan komoditi pangan pokok seperti, beras, minyak, gula bahkan tepung dengan harga yang lebih murah dari harga yang ditawarkan di pasaran.
"Karena GPM ini menjadi salah satu cara kita, Bulog, pemerintah dan instansi terkait dalam menyeimbangkan harga pangan, disamping upaya menekan inflasi dan membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat," ujarnya.
Sementara, salah seorang warga Grand Sulawesi, Maisuri Arif mengaku terbantu dengan hadirnya Gerakan Pangan Murah tersebut.
"Iyaa, alhadulillah saya senang kalau ada pasar murah atau GPM ini. Karena harganya benar-benar terjangkau daripada di pasar," ungkap Maisuri.
"Tadi saya beli minyak goreng merek minyakita harganya Rp 15 ribu per liternya, kalau kita beli di luar atau di pasar sudah ada yang harga Rp 17 ribu bahkan Rp. 18 ribu per liternya," sambungnya.
Dia berharap agar Gerakan Pangan Murah ini dapar terus dimasifkan. Karena selain mendapatkan harga pangan dan bahan pokok yang lebih murah. Masyarakat juga dapat membeli bahan pokok dengan kualitas terbaik.(*)
