Antara Iman, Kebebasan, dan Feminitas: Vibenity.co Hadirkan Ruang Aman Perempuan Lewat Intimate Sharing Session
RUPAMATA.ID,PAREPARE--Vibenity.co kembali menghadirkan ruang aman bagi perempuan melalui intimate sharing session.
Kegiatan yang bertajuk “Between Faith, Freedom and Femininity: Embracing the Woman You Are Becoming” ini digelar secara daring melalui Zoom pada 30 November 2025.
Melalui forum daring itu, puluhan perempuan dari berbagai daerah di Indonesia hadir, menyambut dengan antusias.
Dari informasi yang dihimpun, kegiatan ini dilatari dengan hadirnya isu standar ganda (double standard), yang hingga kini masih banyak dibebankan kepada kaum perempuan.
Perempuan sering kali dituntut untuk patuh pada ekspektasi sosial, budaya, bahkan tafsir agama tertentu, yang sering mempersempit ruang gerak dan ekspresi diri mereka.
Melalui forum ini, Vibenity.co menghadirkan Nadhira Noor Sidiki sebagai pemateri utama.
Dalam sesinya, Nadhira membahas bagaimana perempuan dapat menavigasi iman, budaya, dan jati diri tanpa kehilangan esensi diri sebagai perempuan yang utuh.
Diskusi dipandu langsung oleh Founder Vibenity.co, yang juga berperan dalam sesi afirmasi dan mirroring reflection untuk membantu peserta mengenali perasaan, batasan, serta kekuatan pribadinya.
Dalam pemaparannya, Nadhira menegaskan bahwa agama bukanlah alat untuk membatasi ruang gerak perempuan, melainkan justru menjadi sumber nilai yang menguatkan, membebaskan, dan mendukung perempuan untuk bertumbuh secara sadar dan berdaya.
“Perempuan tidak perlu memilih antara menjadi beriman atau menjadi merdeka. Keduanya bisa berjalan seiring,” ungkap Nadhira.
Kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting. Karena menurutnya, perempuan butuh komunitas yang suportif, perempuan butuh tempat bisa belajar, bertumbuh, dan merasa aman untuk menjadi diri sendiri.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi wadah aman bagi perempuan dalam berbagi keresahan, pengalaman, dan refleksi diri, sekaligus sebagai ruang untuk saling merangkul sesama perempuan tanpa saling menghakimi.
Adapun sasaran utama kegiatan ini adalah agar perempuan tidak mudah didikte oleh standar sosial, serta berani tampil autentik dengan identitas dirinya sebagai perempuan, tanpa takut akan penilaian atau penghakiman dari pihak mana pun.
Salah satu peserta, Bilqish, menyampaikan kesan mendalamnya terhadap kegiatan ini.
“Sebelumnya terima kasih banget sudah buat forum ruang aman ini. Baru kali ini ikut acara online yang hampir seluruh pesertanya on cam. bisa dibilang karena kita nyaman, padahal kita enggak saling kenal. Dapat banyak insight meskipun di waktu yang terbatas, salah satunya menjadikan iman sebagai kekuatan perempuan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Ditunggu gebrakan selanjutnya," kata Bilqish.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi berlangsung, diskusi yang hangat, serta keberanian banyak peserta untuk membuka perspektif personal mereka dalam suasana yang penuh empati.
Melalui kegiatan ini, Vibenity.co menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukatif, reflektif, dan suportif bagi perempuan sebagai bagian dari perjalanan mereka menjadi pribadi yang sadar, berani, dan berdaya, baik secara spiritual, emosional, maupun sosial.(rls)*

