Momentum Hari Santri 2025, KBNU Kota Parepare Safari Ziarah Makam Tokoh NU
Safari ziarah makam ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus refleksi spiritual atas kiprah para Gurutta, sebutan bagi ulama di Sulawesi Selatan yang setara dengan Kiai atau Tuan Guru di daerah lain yang telah mewariskan nilai-nilai keilmuan dan perjuangan kepada generasi penerus NU.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan KBNU Parepare mengunjungi tiga pondok pesantren besar, yaitu Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU untuk berziarah ke makam Syaidul Mukhtar, Pondok Pesantren Al-Badar tempat dimakamkannya Gurutta Prof. KH. Abd. Muiz Kabry, serta Pondok pesantren DDI Lilbanat untuk ziarah ke makam Anregurutta KH. Muhammad Yusuf Hamzah, KH. Arief Fasieh, dan KH. Iskandar Ali, yang merupakan bagian dari mata rantai keilmuan dan perjuangan NU di Parepare.
Kegiatan ziarah ini diikuti oleh pengurus Tanfidziyah PCNU Kota Parepare, serta berbagai badan otonom (banom) NU, di antaranya GP Ansor, IPNU-IPPNU, PMII, ISNU, dan LPBI NU. Kehadiran lintas elemen NU tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi dan mengenang jasa para pendahulu.
Perwakilan PCNU Parepare, Sabuddin, S.Pd.I, M.Pd, menyampaikan bahwa momentum Hari Santri merupakan saat yang tepat untuk memperkuat ikatan spiritual antara santri dan para guru.
“Ziarah makam para Gurutta bukan sekadar mengenang jasa, tetapi juga menjadi sarana untuk merawat tradisi dan menyambung hubungan ruhaniah antara murid dan guru. Dari merekalah kita belajar tentang keikhlasan, perjuangan, dan pengabdian kepada agama dan bangsa,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Merawat Tradisi dan Menyambung Ruhaniah kepada Para Kiai dan Gurutta”, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Nahdlatul Ulama Kota Parepare dalam menjaga warisan spiritual dan kultural para ulama yang telah menjadi panutan umat.(*)
