RUPA MATA

RUPA MATA

  • Nasional
  • Daerah
  • Regional
  • Budaya & Seni
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Advertorial
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Beranda
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Tarif PBB-P2

Data Capaian PBB-P2 di Pinrang Berbeda, Aktivis Nilai Pemerintah Kurang Transparan

Oleh Hestiana
29 Agustus


RUPAMATA.ID, PINRANG--Perbedaan data capaian pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang disampaikan dua pejabat Pemerintah Kabupaten Pinrang menuai sorotan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pinrang, Andi Calo Kerrang sebelumnya menyebut, hingga Agustus 2025, sebanyak 60,19 persen wajib pajak telah melunasi kewajiban PBB-P2. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa mayoritas masyarakat tidak menolak adanya kenaikan pajak tersebut.

“Sebagian besar wajib pajak sudah melunasi PBB-P2. Ini menunjukkan penerimaan masyarakat cukup baik, apalagi pemerintah juga telah banyak memberikan bantuan, mulai dari benih, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), hingga perbaikan irigasi,” kata Andi Calo Kerrang.

Namun, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Pinrang, Agurhan Madjid, menyampaikan data berbeda. Ia menyebut realisasi PBB-P2 baru mencapai sekitar 59,70 persen.

Perbedaan angka ini mendapat kritik dari Aktivis Barisan Rakyat Daerah (Barada), Bill Gates. Ia menilai ketidaksamaan data yang dipaparkan pejabat publik justru menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Masyarakat semakin bingung dengan data yang dikeluarkan pemerintah daerah. Seharusnya ada transparansi data yang jelas agar publik tidak bias dalam menerima informasi,” tegas Bill Gates, Jumat (28/8/2025).

Bill menduga, perbedaan penyampaian data tersebut muncul karena adanya tekanan dari gelombang protes masyarakat terkait kenaikan PBB-P2. “Mungkin karena adanya kepanikan atas protes, sehingga data yang disampaikan tidak konsisten,” tambahnya.

Diketahui, kebijakan kenaikan PBB-P2 di Kabupaten Pinrang belakangan ini menuai penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.


Jurnalis: Fatimah 

Tags:
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Tarif PBB-P2
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Most popular
  • ICCN Sulsel Pilih Parepare Jadi Tuan Rumah Celebes Creative Festival 2026

    03 Juni
    ICCN Sulsel Pilih Parepare Jadi Tuan Rumah Celebes Creative Festival 2026
  • Persiapan CCF Makin Matang, Andiz Borong Rombongan Audiens ke Kapolres Parepare

    04 Juni
    Persiapan CCF Makin Matang, Andiz Borong Rombongan Audiens ke Kapolres Parepare
  • Wawali Hermanto jadi Narasumber di Raker APEKSI Komwil VI Kendari

    04 Juni
    Wawali Hermanto jadi Narasumber di Raker APEKSI Komwil VI Kendari
  • LKM Usaha Bersama Ujung Lare Periode 2026-2030 Resmi Tetapkan Sembilan Nama Pengurus Baru

    30 Mei
    LKM Usaha Bersama Ujung Lare Periode 2026-2030 Resmi Tetapkan Sembilan Nama Pengurus Baru
  • BULOG Tembus 3 Juta Ton Serapan Gabah-Beras Petani, Rekor Baru Penguatan Cadangan Pangan Nasional

    03 Juni
    BULOG Tembus 3 Juta Ton Serapan Gabah-Beras Petani, Rekor Baru Penguatan Cadangan Pangan Nasional
Rupa Mata
Rupa Mata
  • Redaksi
  • Visi Misi
  • Makna Logo dan Warna
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Copyright © 2025 Rupa Mata. All rights reserved.